5 PENYEBAB BANGUNAN ROBOH MENDADAK, ANDA PERLU WASPADA!

Runtuhnya bangunan adalah peristiwa serius yang dapat menyebabkan kematian. Kejadian ini seharusnya bisa diantisipasi, pelajari 5 penyebab bangunan roboh mendadak disini.

Ada 2 kategori utama yang bisa menyebabkan robohnya suatu banguan, faktor bencana alam hingga faktor internal.

Indonesia sebagai negara dengan potensi bencana alam yang tinggi, diantaranya: gempa bumi, tanah longsor, angin ribut, hingga tsunami.

Kondisi geografis yang memungkinkan terjadinya ancaman bencana alam terhadap ketahan rumah harusnya sudah bisa diantisipasi.

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi ini, salah satunya membuat rumah anti gempa.

 

Meskipun suatu bencana, setidaknya kita bisa sedikit mengerti bila situasi robohnya rumah. Namun, ada kalanya faktor internal membuat rumah bisa roboh mendadak bahkan ketika baru selesai dibangun.

5 Penyebab Bangunan Roboh Mendadak

Berikut 5 Penyebab Bangunan Roboh yang sebaiknya Anda pahami.

 

Pondasinya Terlalu Lemah

penyebab bangunan roboh

Pondasi adalah salah satu yang memegang peran penting dalam kegiatan konstruksi bangunan. Pembuatan pondasi sebenarnya tidak mudah, terlebih lagi karena di Indonesia beberapa daerah memiliki tanah yang lembut.

Sebenarnya ada beberapa teknik yang bisa digunakan untuk mengantisipasi kondisi tanah jenis apapun untuk membuat pondasi yang memadai dan kuat, namun itu bisa sangat mahal.

Harganya mungkin bisa mencapai setengah dari anggaran yang sudah disiapkan.

Kurangnya pemahaman dan keengganan untuk menghabiskan anggaran lebih, terkadang menyebabkan bangunan tidak memiliki pondasi yang baik. Bahkan hanya asal berdiri.

 

Ada 2 hal yang harus jadi pertimbangan dalam pembangunan pondasi yaitu soliditas tanah dan rencana berat bangunan.

Banyak kejadian terutama di Indonesia keduanya tidak berkesinambungan. Pondasi hanya dibuat asal cor, selama bangunan bisa berdiri dan tidak ambles.

Atau pada kasus lain, pondasi hanya bisa digunakan untuk rumah 1 lantai, tapi karena kebutuhan, rumah kemudian ditingkatkan sehingga membebani pondasi.

Sebenarnya, pondasi bukanlah sesuatu yang harus dijadikan penghematan. Karena keselamatan dan keamanan jauh lebih penting dan berharga dari apapun.

 

 

Bahan Bangunannya Tidak Kuat dan Tidak Berstandar

penyebab bangunan roboh

Risiko berikutnya dari penghematan yang bisa membuat roboh bangunan adalah tidak digunakannya bahan bangunan yang berkualitas.

Di Indonesia, kurangnya pemahaman konsumen dan tidak ketatnya regulasi menyebabkan banyak bahan bangunan palsu dan tidak lolos standar bisa ada di pasaran.

Misalnya, penggunaan baja ringan yang tidak berstandar dalam konstruksi. Diketahui keunggulan baja ringan yang kuat dan awet untuk digunakan hingga puluhan tahun.

Dengan banyaknya permintaan karena berbagai keunggulannya, kini muncul produk-produk palsu yang berkeliaran. Anda yang awam mungkin sulit membedakannya.

 

Bebannya Lebih Berat Dari Yang Direncanakan

Anggap bangunan menggunakan material yang berkualitas dengan pondasi yang baik. Maka alasan berikutnya yang membuat bangunan roboh mendadak adalah beban yang berlebihan.

Sering kali kita jumpai sebuah bangunan yang bisa berubah fungsi atau kelebihan beban dari peruntukan awalnya.

Kita ambil contoh kejadian Kalimantan Selatan, pada Senin sore, 18 April 2022. Sebuah minimarket didapati runtuh total dan rata dengan tanah.

penyebab bangunan roboh

Sumber gambar: Antara

Guru Besar dari Kelompok Keahlian Rekayasa Struktur di Fakultas Teknik Sipil dan Bangunan, Institut Teknologi Bandung (ITB), Iswandi Imran, mengatakan bahwa ada banyak faktor yang bisa menyebabkan kejadian runtuh total seperti itu.

Namun yang paling mungkin terjadi adalah kegagalan gaya tekan yang disebabkan oleh overload beban.

Menurutnya, gudang penyimpanan di minimarket atau bangunan lain seringkali menjadi sumber beban yang berlebih. Bangunan setinggi 3 lantai itu menggunakan bagian paling atas sebagai gudang.

Kebiasaan ini juga hampir sama dilakukan oleh kita semua. Lantai 1 dan 2 sebagai tempat aktivitas kita sehari-hari rasanya sayang jika harus diisi banyak barang.

Oleh karena itu, kita meletakkan banyak barang tak terpakai di bagian paling atas rumah atau di bagian loteng yang berada di dak.

Struktur bangunan yang awalnya hanya menahan atap kini juga harus menahan beban berlebih.

Perubahan peruntukan bangunan juga menjadi penyebab kegagalan beban.

Bangunan yang awalnya digunakan sebagai rumah dan tempat tinggal, seringkali berubah fungsi sebagai kegiatan industri umkm.

Bertambahnya jumlah orang yang beraktivitas, ditambah bahan baku dan peralatan membuat rumah berubah fungsi jadi pabrik kecil.

Sayangnya, perubahan fungsi ini juga harus disertai renovasi karena segala perangkat bangunannya tidak dirancang untuk fungsi yang lebih dari sekedar hunian.

 

Pekerja Membuat Kesalahan Dalam Pembangunan

penyebab bangunan roboh

Karena dikerjakan oleh manusia, beragam faktor kesalahan yang bersifat human error mungkin terjadi.

Kesalahan ini tidak seharusnya terjadi sama sekali dalam pembangunan. Sistem pengawasan berlapis seharusnya bisa menghindari kesalahan ini. Utamanya pada hal-hal yang bersifat struktural.

Kesalahan ini umumnya disebabkan kurangnya pengalaman dan pengetahuan. Bahkan ketika pekerja diberi bahan yang tepat, pekerja masih bisa berpotensi membuat kesalahan.

Misalnya pembuatan beton, pencampuran yang tidak tepat menyebabkan beton tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan beban.

Kesalahan penggunaan antara 2 material juga bisa terjadi, misalnya karena ketidaktahuannya, baja ringan jenis galvalum dicampur beton agar lebih kuat.

Ini jelas salah karena galvalum kuat dan tahan terhadap air, namun lemah terhadap campuran semen.

Penggunaan semen malah akan membuat baja ringan berkarat dan rusak lebih cepat.

Kesalahan ini umumnya bisa disebabkan karena mempekerjakan pekerja yang tidak terampil. Lagi-lagi untuk menghemat anggaran daripada menggunakan kontraktor yang terpercaya.

 

Kekuatan Bangunan Tidak Diuji

penyebab bangunan roboh

Alasan terakhir adalah tidak diujinya bangunan setelah selesai dibuat.

 

Ada 2 alasan kenapa kekuatan bangunan tidak diuji:

  1. Karena menyepelekan langkah ini
  2. Karena tahu dengan banyak kekurangan, hasil uji akan tidak lolos.

 

Pengawasan ini harus benar-benar tegas. Di Indonesia sendiri sebenarnya terdapat aturan pembangunan yang dijelaskan dalam Undang-Undang No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.

 

Secara garis besar, uji kekuatan bangunan sebenarnya tidak terlalu sulit. Ada 5 cara yang umum dilakukan untuk menguji kekuatan bangunan.

 

1. Covermeter Test: Pengujian untuk mengukur tebal selimut beton, jarak antar tulangan dan besar diameter tulangan.

 

2. Hammer Test: Test yang praktis dan mudah dilakukan untuk mengetahui kualitas kekuatan beton.

 

3. Impact Echo Test: Metode ini dilakukan dengan sebuah benturan mekanis untuk menghasilkan gelombang frekuensi yang bisa mengukur kekuatannya.

 

4. Carbonation Test:  Metode ini dilakukan untuk mengetahui kualitas selimut beton dalam melindungi tulangan baja dengan proses karbonasi.

 

5. Pulse Echo Test: Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan alat yang telah memanfaatkan pulse echo sebagai inovasi teknologi.

Terkadang, tidak dilakukannya uji kekuatan dengan baik dan sesuai metodenya adalah untuk menutupi kerugian yang pasti muncul karena  tidak sesuai standarnya bangunan yang telah jadi.

Perlu adanya inspeksi dan pengawasan yang teratur di setiap proses konstruksi sebelum semuanya terlambat dan bangunan roboh bahkan sejak hari pertamanya digunakan.